Dampak Neurotransmitter (Serotonin dan Dopamin) pada depresi dan kecemasan

Desember 2, 2022

4 min read

Pengantar:

Otak manusia adalah struktur yang kompleks. Ia memiliki miliaran neuron yang dengan lancar mengomunikasikan pesan dari satu bagian ke bagian lain. Neurotransmitter adalah pembawa pesan kimia yang menyampaikan sinyal antar neuron. Studi menunjukkan bahwa neurotransmiter dan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan berkorelasi kuat.Â

Apa itu neurotransmiter?

Di otak manusia, neuron berkomunikasi satu sama lain dengan bantuan pembawa pesan kimia. Ujung saraf dari dua neuron tidak terhubung. Neuron ini memiliki celah kecil yang dikenal sebagai celah sinaptik, di mana neurotransmiter dalam bahan kimia membawa sinyal ke sel target lainnya. Dengan kata sederhana, neurotransmitter adalah bahan kimia yang membantu menyampaikan pesan antara neuron ke sel target. Pesan-pesan ini membantu mengatur fungsi tubuh. Neurotransmiter memainkan peran penting dalam proses komunikasi sinyal yang membantu mengatur:

1. Pernapasan

2. Tidur

3. Detak jantung

4. Suasana hati

5. Pencernaan

5. Nafsu makan

6. Konsentrasi

7. Gerakan

Neurotransmiter terdiri dari tiga jenis; masing-masing memiliki reseptor tertentu.Â

Jenis neurotransmiter:

1. Neurotransmitter Excitatory: Neurotransmiter jenis ini merangsang dan mendorong sel target.Â

2. Penghambatan: Jenis neurotransmiter ini menghambat sel target dan menghambat tindakan mereka.

3. Modulatori: Neurotransmiter jenis ini berkomunikasi dengan beberapa neuron sekaligus.

Apa itu depresi dan kecemasan?

Depresi dan kecemasan adalah gangguan mental umum yang berdampak buruk pada hidup Anda. Kedua gangguan mental ini menciptakan hambatan dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda.

Depresi: Â

Ini juga dikenal sebagai gangguan depresi mayor atau gangguan mood. Individu yang depresi menunjukkan tanda-tanda ketidakbahagiaan, kesedihan, dan kehilangan minat yang konstan dalam hidup mereka. Pesimisme adalah inti dari depresi. Ini menyebabkan gejala seperti,

1. Perasaan tidak berharga atau putus asa

2. Perasaan sedih yang terus-menerusÂ

3. Isi pikiran untuk bunuh diri

4. Kurangnya minat dalam aktivitas apapun

5. Kelelahan

6. Tidur terganggu

7. Kehilangan nafsu makan

8. Ketidakmampuan untuk fokus atau membuat keputusan

Kondisi depresi mungkin tidak sepenuhnya hilang. Namun, dengan perawatan yang tepat, seseorang dapat mengelola gejala depresi.

Kecemasan: Â

Merasa cemas adalah hal biasa ketika dihadapkan dengan peristiwa yang menantang atau mengancam. Namun, perasaan cemas yang berkepanjangan dapat mengarah pada gangguan kecemasan. Dalam menghadapi tantangan atau ancaman, manusia merasa stres dan menggunakan mekanisme fight, flight, atau freeze. Kecemasan memengaruhi kesehatan mental dan fisik Anda. Ketakutan dapat membuat stresor terlihat lebih besar dari yang sebenarnya. Individu dengan gangguan kecemasan menghadapi perasaan cemas yang tidak proporsional. Gejala kecemasan meliputi:

1. Kegelisahan yang konstan

2. Siklus tidur yang terganggu

3. Keringat berlebihan pada telapak tangan dan kaki

4. Sesak nafas

5. Takut dan fobia

6. Pusing

7. Kekeringan di mulut

8. Merasa panikÂ

Bagaimana neurotransmiter memengaruhi depresi dan kecemasan?

Perubahan neurotransmiter adalah salah satu dari banyak faktor yang menyebabkan depresi dan kecemasan. Neurotransmitter tertentu bertanggung jawab untuk mengatur suasana hati. Studi menunjukkan bahwa tingkat rendah neurotransmiter tertentu seperti dopamin dan serotonin dapat menyebabkan depresi dan kecemasan. Â

Dopamin dan kecemasan: Apa hubungannya dopamin dengan rasa takut?

Penelitian menunjukkan bahwa depresi memiliki hubungan dengan Dopamin, tetapi studi ilmiah terbaru menunjukkan bahwa itu mungkin memainkan peran kunci dalam perilaku yang berhubungan dengan kecemasan. Biasanya dopamin dikaitkan dengan perilaku kecanduan kesenangan. Namun, terkadang rasa takut memiliki hubungan dengan kadar dopamin. Ketakutan dan fobia adalah bagian dari banyak gangguan kecemasan seperti fobia, kecemasan sosial, kecemasan umum, PTSD. Sementara rasa takut berkontribusi pada tingkat dopamin, itu juga berkontribusi pada perilaku seperti kecemasan.

Peran dopamin dalam depresi, kecemasan, dan kondisi lain:

Dopamin adalah neurotransmitter penting yang berperan dalam mengatur suasana hati. Perubahan kadar dopamin dapat menyebabkan gangguan mood. Depresi juga merupakan gangguan mood yang disebabkan oleh fluktuasi dopamin. Otak melepaskan dopamin saat melakukan aktivitas yang menyenangkan. Rendahnya tingkat neurotransmitter penyebab kesenangan ini dapat menyebabkan depresi, sementara jumlah dopamin yang berlebihan dapat berkontribusi pada agresi, gangguan kontrol impuls, hiperaktif, ADHD. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hiperaktif dan kelebihan dopamin berhubungan dengan skizofrenia, delusi, dan halusinasi. Beberapa pasien Parkinson juga memiliki jumlah dopamin yang berlebihan di dalam tubuh mereka. Kelebihan dopamin dapat memicu kecenderungan kecanduan judi dalam diri seseorang.

Peran serotonin dalam depresi, kecemasan, dan kondisi lain:

Serotonin adalah neurotransmitter yang menyebabkan kita merasa baik atau bahagia—individu dengan tingkat serotonin yang rendah mengalami masalah yang berhubungan dengan kecemasan. Selain mengatur suasana hati, neurotransmitter ini juga mengatur fungsi usus. Ada sejumlah besar serotonin di usus; Serotonin adalah pengatur suasana hati dan penginduksi kebahagiaan dan memainkan peran penting dalam perawatan depresi. Tingkat serotonin yang rendah dapat mempengaruhi suasana hati Anda, gangguan siklus tidur, perasaan sakit kronis, masalah kemarahan, masalah memori, dan banyak lagi. Setiap kali Anda mengalami alergi parah, tubuh Anda mengeluarkan serotonin. Ini juga memainkan peran penting dalam manajemen nyeri. Namun, jumlah serotonin yang berlebihan dapat mempengaruhi tekanan darah dan detak jantung Anda. Studi menunjukkan bahwa meditasi mindfulness secara teratur dapat meningkatkan kadar serotonin dan meningkatkan mood Anda.Â

Kesimpulan:

Serotonin dan dopamin adalah neurotransmiter penting yang memengaruhi kesejahteraan Anda secara keseluruhan . Latihan rutin harian, meditasi, diet nutrisi dapat membantu menyeimbangkan neurotransmiter ini. Berlatih rasa syukur juga merupakan cara untuk menyeimbangkan serotonin. Anda juga bisa berkonsultasi dengan terapis untuk mengatasi kecemasan atau depresi.Â

Overcoming fear of failure through Art Therapy​

Ever felt scared of giving a presentation because you feared you might not be able to impress the audience?